Regionalisme adalah

Regionalisme dikenal dengan kecenderungan atau gerakan yang dikemukakan oleh suatu organisasi Negara yang menyesuaikan dengan kondisi, kebutuhan dan ciri khas masing-masing daerah.

Demikian juga dengan kedaerahan juga merupakan cara kita mengacu pada rasa cinta atau kasih sayang yang dirasakan oleh masyarakat atau penduduk asli suatu daerah terhadap adat istiadat, tradisi dan kekhususannya.

Di sisi lain, regionalisme juga merupakan kata-kata yang digunakan secara khusus di wilayah tertentu, seperti, misalnya, menyebut kacang dengan cara berbeda tergantung negaranya.

Kata kedaerahan, dengan demikian, terbentuk dari istilah kedaerahan yang merujuk pada apa yang dimiliki atau relatif terhadap suatu daerah, dan sufiks -isme yang menunjukkan ‘sikap atau kecenderungan’.

Regionalisme politik

Kita berbicara tentang regionalisme dalam politik mengacu pada ideologi atau gerakan yang objeknya adalah pertahanan dan apresiasi terhadap wilayahnya sendiri, dengan ciri khasnya dalam alam (lanskap, geografi, sumber daya) dan budaya (tradisi, adat istiadat).

Regionalisme muncul sebagai reaksi terhadap sentralisme, dan, meskipun tidak bermaksud untuk mempertanyakan keberadaan unit politik yang lebih tinggi (unit politik bangsa), ia mengusulkan untuk menuntut dari kebijakan Negara yang memenuhi kebutuhan lokal tertentu, serta redistribusi adil dari pendapatan nasional.

Dalam pengertian ini, yang diusulkan oleh regionalisme politik adalah desentralisasi Negara, yang mengandung arti bahwa terdapat tindakan politik konkrit yang disesuaikan dengan kondisi spesifik di masing-masing tempat.

Regionalisme linguistik

Regionalisme linguistik adalah semua kata, belokan, atau konstruksi sintaksis yang khas dari suatu wilayah tertentu. Kadang-kadang bahkan kata-kata yang memiliki arti satu hal di satu wilayah dapat merujuk pada sesuatu yang sama sekali berbeda di wilayah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *