Contoh Simbiosis Parasitisme – Disertai Penjelasan Dan Gambarnya

Terdapat tiga jenis simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, komensalisme, dan parasitisme, namun pada kesempatan kali ini, yang akan kita bahas pertama kali adalah simbiosis parasitisme. Apa itu simbiosis parasitisme? Jika penasaran, cari tahu di bawah ini ya, jawabannya.

Contoh Simbiosis Parasitisme

Parasit adalah organisme yang biasa mengambil makanan dari organisme lain, sementara untuk organisme yang diambil makanannya biasa disebut dengan inang. Sehingga dapat diartikan jika simbiosis parasitisme merupakan hubungan di antara dua organisme, dan di dalam hubungan ini ada pihak yang diuntungkan dan ada pihak yang dirugikan.

Pihak yang diuntungkan disebut dengan parasit karena organisme ini hanya menempel pada organisme lain untuk mengambil atau mencuri makanan. Sementara itu organisme yang dirugikan atau disebut dengan inang akan mengalami kerugian. Itulah mengapa kemudian hubungan ini disebut simbiosis parasitisme.

Meskipun begitu keberadaan simbiosis parasitisme ini tetap diperlukan untuk menjaga keberlangsungan hidup organisme lain di dalam suatu ekosistem, karena apabila seluruh serangga habis dan musnah, bayangkan apa yang akan terjadi? Ya, predator pemangsa mereka tak memiliki sumber makanan yang bisa mengakibatkan mereka musnah juga. Selain itu serangga juga memiliki peran penting dalam penyerbukan tumbuh-tumbuhan untuk membuahkan biji, jika hal ini sampai terjadi maka lambat laun akan membuat tumbuhan punah dan keseimbangan ekosistem menjadi terganggu.

Berikut Ini Adalah Contoh Simbiosis Parasitisme

  1. Cacing Pita Dan Manusia

Simbiosis parasitisme yang pertama dan seringkali kita lihat ada di sekililing kita namun tak kita sadari adalah hubungan antara cacing pita dan manusia. Cacing pita bisa hidup di dalam tubuh manusia dan mendapatkan makanan gratis hal ini membuat cacing pita menjadi pihak yang diuntungkan. Sementara manusia mendapatkan kerugian karena sari makanannya diambil oleh cacing pita, sari makanan ini berguna untuk memperlancar metabolisme tubuh. Maka dari itu manusia yang mengidap penyakit cacingan akan sering merasa pusing dan mual. Cacing pita bisa menyebabkan penyakit yang disebut  taeniasis dan sistiserkosis.

 

  1. Tali Putri Dengan Inangnya

Hubungan simbiosis parasitisme yang berikutnya bisa dilihat dari tali putri dengan inangnya, pada mulanya tali putri bersimbiosis dengan inangnya menggunakan cara membelit, melilit hingga akhirnya tali putri akan mengisap sari makanan dari tumbuhan yang ditempelinya ini. Tali putri bisa mendapatkan kebutuhan nutrisi, air dan juga mineral untuk bertahan hidup yang diambilnya dari tumbuhan yang dijadikan sebagai inang. Tali putri tak hanya mengambil makanan tapi juga merebut area pembagian cahaya matahari dari inangnya. Lama-lama tali putri yang awalnya hanya mengikat dan mengelilingi tumbuhan inangnya akan bergerak naik secara bergerombol dan menutupi tumbuhan inang sehingga membuat tumbuhan inang menjadi layu dan kering. Pada akhirnya tali putri mendapatkan seluruh yang dimiliki oleh tumbuhan inang.

 

  1. Benalu

Contoh dari hubungan simbiosis parasitisme yang paling banyak ditemukan dan nyata ada di sekitar kita adalah benalu, karena benalu adalah tumbuhan yang mempunyai klorofil akan tetapi benalu tak dapat melakukan proses fotosintesis sendiri. Sehingga akan mengambil air dan unsur hara atau mineral dari inangnya karena benalu tak memiliki akar untuk dapat menunju ke tanah untuk memperoleh air dan unsur hara. Tumbuhan yang seringkali dijadikan inang oleh benalu adalah nangka, cempedak dan juga beringin yang mengalami kerugian separuh dari hasil penyerapan akar yang digunakan sebagai perkembang biakan benalu.

 

  1. Cacing Tambang Dengan Inangnya

Cacing merupakan organime yang sering kali merugikan bagi banyak mahluk hidup, terutama manusia. Salah satunya seperti cacing tambang yang mampu hidup di dalam usus manusia. Cacing ini tak hanya merugikan namun juga membahayakan karena cacing ini mampu menyerap darah melalui pori-pori sehingga membuat manusia mengalami gejala anemia. Cacing tambang akan mendapatkan keuntungan dari manusia karena memperoleh makanan dengan cara bergerak di dalam tubuh manusia bersama dengan aliran darah menuju jantung, paru-paru hingga kemudian ke tenggorokan dan akhirnya masuk ke dalam usus. Di dalam usus larva cacing tambang ini mampu menghisap darah hingga 0,00 s hingga 1 cc setiap harinya. Maka tak heran jika jenis cacing ini sangat berbahaya bagi manusia.

 

  1. Kutu Dan Inangnya

Kutu juga menjadi organisme jahat yang hanya merugikan bagi inangnya. Kutu diketahui dapat hidup di rambut manusia atau binatang. Tak hanya bisa menghasilkan makanan secara gratis dengan cara menghisap darah dari inangnya kutu juga mendapatkan tempat tinggal gratis di dalam tubuh manusia atau hewan tersebut. Sementara manusia atau hewan akan merasakan gatal dan tidak nyaman sebagai kerugian yang dialami oleh kutu.

Sebenarnya materi mengenai simbiosis parasitisme ini sering sekali dijelaskan di dalam materi pembelajaran, namun untuk refrensi belajar kami telah menyusun ulasan di atas dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *